HUKUM MELAKUKAN JIHAD PERANG

20 Des

“fAQOOTILUU TIL FII SABIILILLAAHI LAA TUKALLAFU ILLAA NAFSAKA WA HARRIDHIL MU’MINIINA”  (QS. 4 : 84)

Maka berperanglah kamu di jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat kaum mukminin untuk berperang.

 

Firman Alloh, “Hai Nabi, perangilah kaum kuffar dan orang – orang munafik serta bersikap keraslah kepada mereka. Tempat mereka jahannam dan itu adalah seburuk – buruk temapat kembali.” (QS, 66 : 9)

Kedua ayat di atas pada asalnya ditujukan kepada Rosululloh SAW sebagai pemimpin umat Islam yang bertanggung jawab atas keselamatan Aqidah Islamiyah dan kepentingan kaum Muslimin. Sekarang dicari para ulama sebagai pewaris risalah Beliau yang mampu bertindak, berbuat, dan bersikap seperti Beliau saw. Bila tidak ada, berarti masing masing diantara kita mempunyai kewajiban yang sama.

Berperang di jalan Alloh adalah berusaha mengalahkan kaum kuffar dan orang – orang munafik. Orang kafir yang harus diperangi adalah orang yang nyata – nyata memusuhi Islam dan berbuat dzolim kepada kaum Muslimin, seperti kaum yahudi, nasroni dan atheis.

Sedangkan yang dimaksud munafik ada dua macam. Pertama, Munafik i’tiqodiy yaitu orang kafir yang pura – pura masuk Islam, atau pura – pura berbuat baik terhadap kaum Muslimin, padahal hatinya sangat membenci Islam, seperti Abdullah bin Ubay bin Salul seorang tokoh munafik Madinah  zaman Rosululloh saw, dan Snouck Horgronje yang suka membuat hadits palsu zaman penjajaha Belanda.

Kedua, munafik ‘amaliy yaitu orang Islam yang mendukung dan membela kaum kafir dalam rangka memusuhi Islam. Seperti orang Quraisy yang hatinya membenarkan Islam tetapi takut dengan orang kafir dan tidak mau ikut hijrah ke Medinah. Pada waktu Perang Badar Rosululloh saw menerangkan kriteria mereka bahkan menyebutkan nama – namanya, tetapi Beliau menyuruh para shohabat untuk memerangi mereka.

Kaum munafik ini dinilai lebih berbahaya daripada orang kafir, sebab mereka ibarat serigala berbulu domba. Disebut kafir ia terlahir sebagai orang Islam dan menyebut dua kalimat sahadat, disebut Islam tetapi mereka mendukung orang kafir untuk memecah belah persatuan kaum Muslimin. Ada yang pro ada yang kontra. Alloh yang Maha Rahim terhadap kaum Mukminin menegur, “Mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi kaum munafik, padahal Alloh telah membalikkan hati mereka kepada kekufuran disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang orang yang telah disesatkan Alloh? Siapa yang disesatkan Alloh sekali kali kamu tidak mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk kepadanya.” (QS 4 : 88).

Islam tidak kejam dalam menghakimi mereka dibandingkan dengan kezaliman mereka terhadap orang orang yang beriman dan pernyataan kaum munafik dalam melunturkan semangat jihad kaum Muslimin. Sebenarnya itulah yang disebut fitnah , yang dijelaskan dalam QS Al- Baqoroh yang lebih kejam dari pembunuhan.

Dalam berperang Islam punya aturan yang manusiawi, diantaranya tidak boleh membunuh anak – anak, perempuan dan orang yang sudah renta, dan Islam tidak membenarkan merusak tanaman dan menghansurkan bangunan walaupun itu bangunan temapt beribadah orang kafir. Walloohu a’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: